Mobil Korea Dicintai Rakyat Korea, Cinta Produk Dalam Negeri

Berbeda dengan di negara Jepang, walau Jepang banyak menciptakan mobil-mobil terkenal seperti Toyota dan Honda namun rakyat Jepang sendiri kurang menggemari mobil buatan negaranya, mereka lebih mengidolakan mobil-mobil eropah seperti BMW dan Mercedes Benz. Tapi lain hal bila kita ke negara Korea Selatan, dimana Korea juga kerap ulung dalam menciptakan mobil-mobil mulai dari kelas standar hingga juga kelas mewah. Bedanya kalau di Korea, rakyatnya sengat mencinta produk negaranya, bila kita berkunjung kesana kita bisa melihat mayorita mobil-mobil yang beredar bermerek Hyundai atau KIA.

Rakya korea memiliki cerita sejarah masa lalu yang kurang baik dengan negara Jepang, sehingga kondisi ini membuat rakyat Korea mencinta produknya sendiri termasuk mencintai kendaraan roda empat mobil-mobilnya. Sulit sekali kita melihat disana mobil buatan Jepang, dan lebih mudah ditemukan mobil-mobil seperti BMW, VW, Mercedes Benz tapi itupun jumlahnya tidak banyak. Kalau kita lihat dari segi disain dan model-modelnya mobil buatan Korea tak kalah menarik dengan mobil-mobil Jepang. Sangat banyak juga momodel-model mobil Hyundai/KIA yang tidak masuk ke Indonesia.

Bagaimana dengan kita di Indonesia? cinta produk dalam negerikah? mobil buatan Indonesia?


Perpanjang STNK, Hanya 5 Menit

Untuk melakukan perpanjangan STNK kendaraan biasanya kamu harus mendatangi kantor Samsat, dan mengikuti prosedur antri dari loket ke loket. Dan idealnya membutuhkan waktu paling cepat 30 menit hingga 2 jam, tergantung apakah antrian cukup panjang atau tidak. Saat ini kantor Samsat membuat layanan perpanjangan STNK dengan cepat, hanya butuh waktu kurang lebih 5 menit saja, bagaimana caranya? Caranya salah satunya kamu dapat berkunjung ke kantor Samsat Daan Mogot, disana disediakan layanan Samsat Drive Thru.

  

Syaratnya adalah siapkan:
1. KTP/SIM asli
2. STNK asli
3. BPKB asli
4. Kendaraan Hadir

Disediakan dua jalur untuk kendaraan motor dan mobil.


Aksesoris Mobil: Sensor Parking

Walaupun sebagian besar sudah memahami apa itu Sensor Parking, namun kenyataannya tidak semua mobil dilengkapi aksesoris ini. Yang namanya aksesoris ini terlihat perlu tidak perlu, alias tidak begitu penting untuk dipergunakan. Tapi nanti dulu, saat ini aksesoris sensor parking sudah bukan barang yang harganya mahal, sudah begitu terjangkau bagi pengendara/pemilik kendaraan mobil. Harga yang relatif murah ini menyediakan berbagai macam pilihan.

Dengan adanya tambahan aksesoris Sensor Parking pada kendaraan mobil kamu, kamu akan lebih mudah dan leluasa didalam mengendarai mobil kamu khusus nya pada saat melaju mundur (baik untuk keperluan parkir atau sekedar mundur). Dengan bantuan Sensor Parking kamu akan lebih cermat untuk mengira-ngira seberapa dekat benda yang dekat dengan bemper belakang mobil kamu. Sehingga dapat menghindar dari benturan atau tabrakan dengan kendaraan dibelakang atau benda lainnya.

    

Beberapa tipe Sensor Parking ada yang menyediakan 2 titik mata untuk diletakan di bemper belakang, namun ada juga yang menyediakan 4 titik mata. Menurut penulis semakin banyak titik mata nya maka Sensor Parking makin lebar daya serap dalam menyensor jarak. Setelah alat sensor terpasang, maka cara kerjanya cukup mudah, pada saat kamu memasukkan gigi mundur, maka sensor sudah bekerja. Alat sensor bermacam-macam memberikan indikator, ada yang berupa indikator bar, ada juga indikator berupa asumsi sisa jarak dengan benda dibelakang. Pada contoh dibawah ini menggunakan sensor dengan indikator asumsi sisa jarak benda yang ada dibelakang bemper.

  

Aksesoris Sensor Parking, memang terlihat tidak begitu penting, namun apabila setelah terpasang dan kamu mencobanya, maka keberadaan Sensor Parking pada kendaaran mobil kamu sangatlah berguna dan membantu kamu dalam berkendara. Membuat kamu percaya diri didalam memundurkan kendaraan kamu. Jangan ragu pasang aksesoris Sensor Parking pada kendaraan kamu, bila belum memilikinya.


Aksesoris Mobil: Setir (steering wheel), Knob (tongkat kopling)

Bila kamu bosan dengan penampilan interior kendaraan mobil kamu, kamu bisa menyulapnya menjadi lebih menarik. Banyak aksesoris-aksesoris tersedia dipasaran untuk mempercantik penampilan interior kendaraan mobil kamu. Mulai dari setir, tongkat kopling, pedal, sarung jok dan sebagainya. Kualitas barangnya pun beragam, ada yang terbuat dari bahan material biasa saja hingga dengan material yang sangat mewah.

  

Berikut ini contoh bila setir dan tongkat kopling diganti dengan aksesoris dengan material yang sangat baik. Banyak merek-merek terkenal dan bagus menyediakan aksesoris tersebut, mulai dari Momo, Isotta, dll. Pada gambar dibawah ini menggunakan Stir dan Tongkat Kopling merek Isotta. Namun sebelum menggantikan dengan askesoris ini, perlu diperhatikan apakah Setir dan Tongkat Kopling mobil kamu memang bisa dilepas begitu saja, atau ada kaitannya dengan sambungan elektronik, airbag, atau hal lainnya. Jangan sampai mengorbankan fungsi orisinil bawaan dari kendaraan tersebut.

Yakinkan untuk mendapatkan barang asli, bukan aspal (asli tapi palsu). Kita bisa mengetahui dari bahan materialnya dan harga. Sebagai perbandingan untuk Setir merek Isotta, untuk barang aspal kamu bisa dapatkan harga dikisaran 500rb, sedangkan barang Isotta yang asli setidaknya kamu harus mengeluarkan minimal 2 juta untuk sebuah Setir yang manis. Kamu dapat berkunjung ke toko-toko seperti Daytona untuk mendapatkan barang yang asli.


Finish Balance: Penyempurnaan Terakhir Putaran Ban

Tibalah saatnya kendaraan mobil kamu untuk mengganti ban dengan yang baru (biasanya umur ban dengan penggunaan normal maka sekitar 1 – 2 tahun ban perlu diganti karena sudah tipis), karena ban lama kamu sudah menjadi gundul. Dan tibalah juga kamu tergoda untuk sekalian menggantikan velg lama kamu dengan velg yang baru. Dengan mengganti velg disertai ban yang baru, maka penampilan mobil kamu pun akan semakin menarik untuk diliat, tentunya selain memperdulikan faktor keselamatan berkendara, karena peranan ban dan velg pada laju kencang cukup penting.

Setelah kamu menggantikan dengan velg serta ban baru, maka sudah pasti yang harus lakukan adalah Balancing dan Spooring. Fungsi ban kamu di Balancing adalah agar putaran ban mendapat hasil yang pas sehingga tidak menimbulkan getaran pada saat berkendara (gejala yang paling dapat dirasa adalah stir mobil kamu berasa getar). Fungsi kendaraan kamu di Spooring adalah agar posisi kendaraan kamu pada saat malaju lurus tidak serong ke kiri atau ke kanan.

Setelah dilakukan Balancing dan Spooring, tidak semua kendaraan mendapat hasil akhir yang mulus. Setelah dijajaki dengan laju kecepatan tinggi (setidaknya minimal 120km/jam) maka kita mulai merasakan stir bergetar, semakin laju kendaraan ditambah maka semakin bertambah juga getaran pada stir kamu. Bila hal seperti ini kamu dapati, maka jangan panik, karena kamu harus melakukan setting sekali lagi yang terakhir untuk mendapatkan hasil putaran ban yang pas. Yaitu dengan melakukan Finish Balance. Tidak semua bengkel memiliki alat ini, pada umumnya bagi bengkel besar dengan spesialis khusus ban dan velg baru akan memiliki alat ini.

    

Apa perbedaan Balancing biasa dengan Finish Balance? pada Balancing biasa adalah ban ban+velg kendaraan kamu dilepas lalu dilakukan putaran dengan alat khusus, dengan bantuan pemasakan sebilah timah-timah kecil, maka putaran ban kamu akan mendapatkan hasil yang pas. Lalu pada Finish Balance adalah ban+velg kamu tetap terpasang pada kendaraan kamu, lalu pada kondisi seperti itu dilakukan penyetingan agar putaran ban mendapatkan hasil yang pas juga. Alat Finish Balance dapat mendeteksi putaran ban yang melekat pada body kendaraan kamu, sebab sumber getaran pada saat melaju kencang bukan berasal dari ban saja, melainkan terkadang paduan antara ban+velg tertentu yang tidak akur dengan body kendaraan.

Finish Balance adalah langkah terakhir untuk men-setting penyempurnaan putaran ban. Bila kamu sudah melakukan Finish Balance lalu kamu masih merasakan getaran yang hebat pada stir kamu khususnya pada kecepatan tinggi, maka bisa dipastikan ban atau velg baru tersebut tidak memenuhi standarisasi atau cacat, sebaiknya ganti dengan yang baru. Sebagai patokan bila kendaraan kamu hanya melaju antara 0 – 110 km/jam maka dengan Balancing biasa sudah terpenuhi, akan tetapi bila kendaraan kamu sering melaju pada kecepatan diatas 120 km/jam maka bila menemukan getaran pada stir solusinya adalah Finish Balance.


Copyright © 1996-2010 Dunia Otomotif. All rights reserved.


Jarrah theme by Templates Next | Powered by WordPress